Pola hidup memegang andil besar sebagai salah satu faktor pemicu diabetes pada
seseorang. Kalau sudah kena diabetes, kerugiannya bukan
hanya akan dirasa oleh penderita. Padahal, pencegahannya bisa dimulai dari hal
sederhana.
Upaya pencegahan diabetes pun seharusnya
bukan perkara sulit. Mulai saja dari mengubah kebiasasaan-kebiasaan kecil dalam
kegiatan harian.
Misalnya,
kebiasaan menggunakan lift di kantor dapat Anda ganti dengan naik
tangga. Hari ini satu atau dua lantai, besok Anda bisa coba mencapai lantai lima
lewat tangga.
Aktif
bergerak membantu meningkatkan metabolisme badan, memperbanyak reseptor
insulin, dan mengeluarkan kalori. Jumlah gula darah pun dapat diubah oleh tubuh
menjadi energi yang terpakai sehingga tidak menyebabkan tumpukan lemak.
Jika memungkinkan, lebih baik lagi bila Anda menambahkan olahraga dalam jadwal
aktivitas. Sempatkan joging 30 menit sebelum pergi ke kantor atau mampir
ke gym saat pulang kerja.
Kedua, bijaklah memilih makanan apa yang Anda konsumsi. Sering kali kita tidak
menyadari asupan kalori dan gula berlebih yang ada dalam santapan sehari-hari.
Agar lebih aman, Anda bisa pilih sayuran, buah segar, daging tanpa lemak, dan
kacang-kacangan sebagai variasi menu. Makanan bergizi, rendah lemak, dan rendah
kalori berpengaruh besar menurunkan jumlah gula dalam tubuh.
Selain itu, Anda wajib pula menjauhkan diri dari stres. Kondisi tertekan
membuat organ dalam tubuh ada di posisi selalu siap bekerja, misalnya jantung berdegup lebih
keras, napas lebih kencang, dan perut mengencang.
Kadar
gula darah pun melonjak tinggi untuk menyiapkan energi bagi tubuh. Namun, kenaikan yang
tidak diikuti oleh kegiatan ini kemudian menyebabkan level gula darah
tetap tinggi dan bisa memicu diabetes.
Jika
Anda sedang dalam kondisi tertekan, usahakan untuk mengontrol diri sendiri. Ketahuilah
kapan harus beristirahat dan menyudahi pekerjaan. Ingat, otak Anda juga butuh
"piknik” untuk menyegarkan pikiran dan mampu diajak bekerja maksimal
kembali.
Terakhir, Anda disarankan untuk periksa kadar gula darah secara berkala.
Menurut International diabetes Federation,
satu penduduk dunia setiap tujuh detik meninggal akibat diabetes pada
2014.
Dari total 387 juta orang penderita diabetes, 46,3 persennya tidak menyadari bahwa mereka memiliki nilai gula darah tinggi. Padahal, pengukuran nilai gula darah dapat Anda lakukan sendiri di rumah dengan bantuan piranti uji gula darah mandiri, seperti OneTouch SelectSimple.
Alat seperti itu mampu memberikan nilai total jumlah gula darah dalam tubuh Anda. Cara kerjanya pun mudah. Anda cukup memberikan sedikit contoh darah di test strip yang ditempelkan pada alat.
Hasil tes akan terpampang pada layar. Bila angka menunjukkan 100 mg/dl artinya gula darah masih dalam taraf normal.
Anda perlu siaga jika hasil tes berada pada rentang 100 mg/dl karena nilai itu masuk dalam kategori pre-diabetes. Sementara itu, apabila kadar gula darah melebihi 126 mg/dl bisa jadi Anda positif menderitadiabetes.
Tes kesehatan secara keseluruhan di laboratorium pun tetap disarankan. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi tubuh Anda sesungguhnya dan untuk deteksi dini penyakit yang mungkin timbul.
Jadi, selalu mulai perubahan dari yang sederhana, sebelum diabetetes menyandera kehidupan kita. Bisa?
Dari total 387 juta orang penderita diabetes, 46,3 persennya tidak menyadari bahwa mereka memiliki nilai gula darah tinggi. Padahal, pengukuran nilai gula darah dapat Anda lakukan sendiri di rumah dengan bantuan piranti uji gula darah mandiri, seperti OneTouch SelectSimple.
Alat seperti itu mampu memberikan nilai total jumlah gula darah dalam tubuh Anda. Cara kerjanya pun mudah. Anda cukup memberikan sedikit contoh darah di test strip yang ditempelkan pada alat.
Hasil tes akan terpampang pada layar. Bila angka menunjukkan 100 mg/dl artinya gula darah masih dalam taraf normal.
Anda perlu siaga jika hasil tes berada pada rentang 100 mg/dl karena nilai itu masuk dalam kategori pre-diabetes. Sementara itu, apabila kadar gula darah melebihi 126 mg/dl bisa jadi Anda positif menderitadiabetes.
Tes kesehatan secara keseluruhan di laboratorium pun tetap disarankan. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi tubuh Anda sesungguhnya dan untuk deteksi dini penyakit yang mungkin timbul.
Jadi, selalu mulai perubahan dari yang sederhana, sebelum diabetetes menyandera kehidupan kita. Bisa?
Tag :
GAYA HIDUP.,
KESEHATAN

0 Komentar untuk "Cara Tak "Ribet" Mencegah Diabetes!"