Banyumas
merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Jawa tengah. Selain gaya bahasa
yang serba ngapak dan sifat blaka suta (jujur) orang banyumas juga memiliki
beberapa makanan khas yang harus dicoba oleh para pendatang ataupun para
wisatawan. Berikut daftar
lengkap makanan khas orang Banyumas :
Tempe Bongkrek
Tempe
bongkreck adalah makan khas Banyumas yang hampir punah karena memang sengaja
mau dimusnahkan oleh pemerintah karena tempe bongkreck ini pernah merenggut
berpuluh-puluh nyawa masyarakat Banyumas. Tempe bongkreck terbuat dari ampas
kelapa yang difermentasikan. Tempe bongkreck merupakan makanan khas orang-orang
Banyumas pelosok (masyarakat yang terpencil)
Tempe Mendoan
Salah
satu makanan asli Banyumas adalah tempe mendoan. Tempe mendoan (kita
sebut saja mendoan agar lebih mudah) pada dasarnya sama dengan tempe lain yang
terbuat dari kedelai. Hanya saja mendoan mempunyai keunikan tersendiri, yakni
cara penyajiannya. Jika kita membeli tempe goreng di tukang gorengan yang kita
temui adalah tempe yang digoreng garing (kering). Mendoan tidak demikian,
makanan ini disajikan dalam keadaan "mendo" yang artinya dalam bahasa
indonesia adalah setengah matang. Keunikan lagi dari tempe Banyumas adalah
dibuat dengan cara membungkus kedelai berjajar tipis dan melebar, beda dengan
tempe dari daerah lain yang cenderung lebih tebal.
Selain terkenal dengan mendoannya, Kab Banyumas Juga
terkenal dengan kripiknya. Sepeti halnya mendoan, Kripik juga berbahan dasar
tempe. Kalau mendoan adalah tempe tipis yang digoreng setengah matang tetapi
kalau kripik adalah tempe tipis yang digoreng kering sekali. Tapi rasa gurihnya
tidak hilang. Kalau mendoan hanya bisa bertahan satu hari, sedangkan
kripik bisa bertahan sampai satu bulan. Kripik dan mendoan melambangkan
perwatakan orang Banyumas. Jika bibuat baik orang Banyumas juga akan lemas dan
lebih baik akan tetapi jika dibuat jahat orang Banyumas akan mudah patah
seperti kripik.
Dage
Dage merupakan teman akrab dari mendoan. Biasanya jika
dijual mendoan pasti juga di jual dage. Dage adalah makanan sebagai
varian tempe dengan campuran bahan ampas kelapa yang digumpalkan dan
dijamurkan. Dage pada umumnya makan makanan kecil atau sarapan yang ditemani
oleh cabai rawit atau lombok cengis. Dari Dage pada umumnya dibuat gorengan
kering/mendoan. Variasi lainnya, bisa juga dibuat oseng Dage kombinasi kecambah,
lombok merah, dan hijau, jadi mirip oseng hati sapi dan bila diiris tipis-tipis
bisa digoreng kering jadi kripik Dage rasanya mirip gorengan peru sapi, kriyik
dan gurihnya. Seperti tempe bongkreck dage juga makanan yang sangat murah dan
biasa dikonsumsi oleh orang pedesaan.
Makanan gorengan yang satu ini juga merupakan kerabat
dari dage dan mendoan. Temlek merupakan makanan khas Banyumas yang terbuat dari
ampas tahu yang dikasih bumbu dan dibungkus dengan tepung beras lalu digoreng
kering.
Gethuk Goreng Sokaraja
Soto Sokaraja
Getuk goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan
gurih, dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa. Getuk goreng ditemukan
secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi
keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku,
sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi.
Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual
lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli Saat ini getuk
goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang
digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat
untuk digoreng.
Soto Sokaraja
Soto Sokaraja atau oleh masyarakat Banyumas disebut Sroto
Sokaraja adalah sejenis makanan dari Indonesia. Soto ini memiliki ciri khas
yang berbeda dengan soto-soto lainnya yang ada di Indonesia. Ciri utama dari
soto ini adalah penggunaan sambal kacang dan ketupat. Soto Sokaraja sudah
banyak dijual di luar Banyumas tetapi kalau sempat mampir ke Sokaraja, kita
dapat menikmati soto di warung-warung yang berderet rapi di sepanjang jalan di
Sokaraja.
Jenang Jaket Mersi
Lanting
Namanya memang Jaket, tapi tidak ada hubungannya dengan
pakaian. Ini adalah makanan yang terbuat dari tepung dan juga gula melalui
proses yang panjang. Tapi karena ciri khasnya, jenang jaket sudah lama menjadi
makanan tradisional yang paling banyak dicari. Bahkan pada hari-hari besar
(hari raya) seringkali produsen jenang jaket menolak pesanan. Ini
dikarenakan Jenang Ketan proses pembuatnnya lama dan juga membutuhkan
ketekunan. Kalau anda berkunjung ke Purwokerto dan ingin mengunjungi sentra
pembuatan jenang jaket silahkan datang saja ke kawasan produksi jenang jaket di
daerah MERSI Purwokerto.
Nopia/Mino
Nopia dan Mino merupakan hasil produksi warga desa
Pakunden Kecamatan Banyumas. Nopia dan Mino [Mini Nopia] adalah makanan khas
Banyumas yang terbuat dari terigu, gula jawa, dan beberapa rempah-rempah. Ada
beberapa proses yang harus dilalui dalam pembuatannya Nopia dan Mino, Terigu
dibuat adonan kemudaian dibagi dua. Untuk bagian kulit dipisah. Bagian isi
diberi gula jawa dan rempah-rempah serta perasa misalnya rasa bawang, nangka,
coklat, durian, dsb. Untuk nopia takarannya lebih besar di bandningkan dengan
mino.
Bagian isi dimasukkan bagian kulit kemudian
digulung-gulung dan dibulatkan, lalu proses yang sangat unik dan mungkin jarang
sekali di temui di daerah lainnya adalah cara memasaknya. Oven dari tanah dan
batu bata berbentuk lingkaran silinder yang mampu mempertahankan panasnya
dengan stabil, serta diyakini lebih baik dibanding dengan oven modern berbahan
bakar gas atau listrik, oven tersebut dipanaskan dengan bara arang kelapa atau
arang kayu. Adonan yang berbentuk bulat ditempelken ke dinding tungku yang berbentuk
silinder, pemanasan akan bersuhu hingga 90 derajat lebih. Adonan akan
mengembang dalam bebeapa waktu. Adonan jangan sampai meletus atau gosong.
maka segera diangkat. jadilah nopia atau mino yang unik makanan khas Banyumas.
Lanting adalah makanan renyah asli dari Kabupaten
Banyumas, terbuat dari singkong, rasanya gurih dan renyah. Bentuk lingkaran,
ada juga yang seperti angka delapan. Lanting khas Banyumas tersedia dalam
berbagai rasa yaitu asin, pedas, keju, dan jagung manis. Lanting ini bisa agan
dapatkan di pusat-pusat oleh-oleh khas Purwokerto.
Cimplung
Cimplung merupakan sebuah makanan traditional dari sebuah daerah yang ada di Banyumas. Lebih tepatnya di desa Sudimara, Cilongok, Purwokerto, Banyumas. Mungkin kata cimplung berasal dari kata "cemplung" yang dalam bahasa Banyumasan artinya memasukan ke dalam air. Makanan Cimplung adalah makanan yang cara memasaknya bersamaan dengan proses pembuatan gula merah, gula merah yang dibuat dari air bunga kelapa atau yang disebut Nira (badeg). Bahan yang digunakan untuk membuat cimplung ini bermacam-macam, diantaranya ketela pohon (budin), kelapa muda (dawegan), keladi (tales). Proses pembuatan cimplung juga sangat mudah, bahan-bahan di atas setelah dicuci dan dibersihkan (dikupas) tinggal dimasukan saja ke rebusan air nira yang sudah mendidih. Makanan tradisional Cimplung sangat cocok dimakan hangat-hangat disertai dengan minum kopi. Jika anda menyukai makanan-makanan yang masih sangat tradisional, anda bisa berkunjung ke Banyumas, Jawa Tengah, dijamin anda akan menikmati makanan yang penuh petualangan.
Cimplung merupakan sebuah makanan traditional dari sebuah daerah yang ada di Banyumas. Lebih tepatnya di desa Sudimara, Cilongok, Purwokerto, Banyumas. Mungkin kata cimplung berasal dari kata "cemplung" yang dalam bahasa Banyumasan artinya memasukan ke dalam air. Makanan Cimplung adalah makanan yang cara memasaknya bersamaan dengan proses pembuatan gula merah, gula merah yang dibuat dari air bunga kelapa atau yang disebut Nira (badeg). Bahan yang digunakan untuk membuat cimplung ini bermacam-macam, diantaranya ketela pohon (budin), kelapa muda (dawegan), keladi (tales). Proses pembuatan cimplung juga sangat mudah, bahan-bahan di atas setelah dicuci dan dibersihkan (dikupas) tinggal dimasukan saja ke rebusan air nira yang sudah mendidih. Makanan tradisional Cimplung sangat cocok dimakan hangat-hangat disertai dengan minum kopi. Jika anda menyukai makanan-makanan yang masih sangat tradisional, anda bisa berkunjung ke Banyumas, Jawa Tengah, dijamin anda akan menikmati makanan yang penuh petualangan.
Tegean
Sebutan khas Banyumas untuk sup sayur berkuah bening yang tampak sangat sederhana namun sangat menyegarkan. Sayur-mayur berupa bayam, kecambah kedelai hitam, daun katuk, dan kedelai hitam butiran lazim menjadi unsur utama masakan ini. Untuk bumbunya, selain bahan-bahan yang lazim seperti bawang merah dan bawang putih, tegean juga bercirikan dengan “geprekan” kencur yang sangat menyegarkan.
Sebutan khas Banyumas untuk sup sayur berkuah bening yang tampak sangat sederhana namun sangat menyegarkan. Sayur-mayur berupa bayam, kecambah kedelai hitam, daun katuk, dan kedelai hitam butiran lazim menjadi unsur utama masakan ini. Untuk bumbunya, selain bahan-bahan yang lazim seperti bawang merah dan bawang putih, tegean juga bercirikan dengan “geprekan” kencur yang sangat menyegarkan.
Kraca
Cenil
Bagi petani, keong (siput sawah) sering kali menjadi
momok karena keberadaannya menjadi hama tanaman padi. Namun di Purwokerto,
keong justru bisa dimasak dan dinikmati layaknya masakan biasa. Masakan ini
disebut dengan keong kuah pedas atau kraca.
Makanan ini terbuat dari bahan utama keong sawah yang
dimasak berkuah dengan bumbu-bumbu kuat yang memberi nuansa pedas dan segar
hingga ke tenggorokan. Sebelum diolah, cangkang keong dipecahkan untuk membuang
kotorannya. Setelah itu keong direndam selama satu malam. Bumbu yang digunakan mirip
dengan bumbu rica-rica, yang terdiri dari cabai, kunyit, bawang merah, bawang
putih, kemiri, dan aneka rempah termasuk jahe. Setelah itu, keong yang sudah
direndam dicuci bersih dan dimasak bersama bumbu selama 4 jam agar meresap.
Konon, menurut para peneliti keong banyak mengandung protein yang dibutuhkan
tubuh. Keong banyak dijual saat bulan Ramadhan.
Jajan pasar yang terbuat dari tepung tapioka ini, terasa
kenyal dan alot tapi punya cita rasa tersendiri. Cenil biasanya disajikan
dengan warna merah muda
Lupis
Ciwel
Kepok
Badeg
Jajan pasar yang satu ini terbuat dari beras ketan yang
dimasak dalam bungkus daun pisang, sehingga lebih bisa mengenyangkan perut
Ciwel
merupakan jajan pasar yang berwarna hitam kecoklatan yang terasa alot juga. Ciwel
sangat bagus untuk penderita mag karena terbuat dari tepung singkong yang
direndam dalam cairan rendaman jerami padi sehingga bersifat basa. Cenil, lupis
dan ciwel merupakan paket jajan pasar yang penyajiannya dijadikan satu dan
diberi cairan gula merah yang kental. makanan tersebut biasanya banyak dijual
pada pasar-pasar krempyeng atau pasar yang buka hanya dipagi hari.
Makanan
yang terbuat dari beras ketan dan diatasnya biasanya ditaburi dengan parutan
kelapa mentah.
Merupakan minuman dari sari bunga kelapa (bahan gula
merah) yang tidak direbus. Biasanya cairan ini perlu difermentasikan 1-2 hari
agar memiliki aroma dan rasa yang enak. Kalau difermentasi terlalu lama badeg
bisa memabukkan.
Demikian tadi daftar lengkap makanan khas Banyumas,
semoga bisa bermanfaat bagi pembaca dan penulis. Jika teman-teman banyumas ada
yang mau melengkapi silahkan tuliskan di kotak komentar.



















0 Komentar untuk "MAKANAN KHAS BANYUMAS "